Banjarmasin, 4 Juni 2026. Organisasi Mahasiswa Universitas Terbuka (Ormawa UT) Banjarmasin menyelenggarakan Banua Belajar, Banua Berdaya: Forum Kritis Mahasiswa UT Banjarmasin dengan tema “Membangun Kesadaran Kritis Mahasiswa Terhadap Persoalan Pendidikan Anak Banua Akibat Faktor Ekonomi Keluarga, Pernikahan Dini, Dorongan Bekerja, dan Keterbatasan Infrastrutur”. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa UT Banjarmasin untuk membangun kesadaran kritis terhadap berbagai persoalan pendidikan anak banua.

Forum tersebut dilaksanakan secara hiybrid, yaitu luring dan daring, pada Kamis, 4 Juni 2026, bertempat di lantai 2 Universitas Terbuka Banjarmasin. Kegiatan ini diikuti oleh 117 peserta. Sebanyak 98 peserta hadir secara luring, sedangkan 19 peserta lainnya mengikuti kegiatan secara daring.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur UT Banjarmasin, Ir. H. Mochamad Priono, M.Si., CPR., CCM.; Manajer Pembelajaran dan Kemahasiswaan UT Banjarmasin, Yuli Triana, S.E., M.M.; Manajer Keuangan, Sumber Daya, dan Umum UT Banjarmasin, Yudiansyah, S.H. Serta Pembina Ormawa UT Banjarmasin Noormiati Z., S. Pd., M. Pd.

Prof. Gorky hadir sebagai pemateri utama dalam forum tersebut. Beliau menyampaikan materi tentang teknik dan strategi berpikir kritis, serta mengaitkannya dengan isu-isu nasional dan global yang relevan bagi Kalimantan Selatan. Dalam pemaparannya, Prof. Gorky menjelaskan bahwa perubahan zaman membawa peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, teknologi membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan, pekerjaan, dan informasi. Namun, di sisi lain, masyarakat yang tidak mampu beradaptasi berisiko semakin tertinggal. Prof. Gorky juga memberikan panduan kepada mahasiswa UT Banjarmasin agar mampu memahami isu sosial dan pendidikan secara lebih mendalam. Beliau menegaskan bahwa berpikir kritis bukan sekadar kemampuan menyampaikan pendapat, tetapi juga kemampuan membaca masalah, menimbang informasi, dan merumuskan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi kelompok bagi peserta yang hadir secara luring. Melalui sesi tersebut, mahasiswa diajak untuk membahas persoalan pendidikan, ekonomi, keluarga, pernikahan dini, dan infrastruktur sekolah di Kalimantan Selatan secara lebih kritis. Diskusi kelompok ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan, menggali akar masalah, dan menawarkan solusi yang relevan dengan kondisi masyarakat. Peserta juga dilatih untuk menyusun gagasan secara sistematis, lalu mempresentasikannya di hadapan forum.

Forum Diskusi Kritis Banua Belajar merupakan bagian dari Program Wasaka, yaitu program penguatan kapasitas mahasiswa yang dilaksanakan oleh Ormawa UT Banjarmasin dengan dukungan berbagai pihak. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, Ormawa UT Banjarmasin berharap mahasiswa tidak hanya aktif secara akademik, tetapi juga mampu hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan sosial dan pendidikan di daerah. Forum ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran kritis, menumbuhkan keberanian menyampaikan gagasan, serta mendorong mahasiswa UT Banjarmasin untuk terus berkontribusi bagi Banua.

Posted in Kemahasiswaan

Leave a Comment

Logo UT Universitas Terbuka